Desa Penungkulan
Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo - 33
Administrator | 25 Oktober 2024 | 309 Kali Dibaca
Artikel
Administrator
25 Oktober 2024
309 Kali Dibaca
SUMBER :
Cerita dari mulut kemulut yang minim bukti dukung ilmiah,seperti candi, relief, tulisan, benda sejarah dan sebagainya.
Sumber Lisan :
- Mbah Muslimin (Tokoh Masyarakat 1942)
- Mbah Kholil (Perangkat Desa 1942)
- Mbah Sarip (Perangkat Desa Tahun 1997)
Ada beberapa versi :
- Dari sisi tokoh : tokoh sentral belum ada kepastian, setidaknya masih muncul 3 nama:
- Empu Suto
- Sunan Kalijogo
- Pangeran Diponegoro
- Empu Suto :
Dikisahkan pada aman sebelum kewalian tentang singgahnya tokoh pengembara Empu Suta di suatu tempat yang datar, tepat di pinggir Kali ( Sekitar 30 meter dari Kali ), yang sampai saat ini lebih dikenal dengan nama Kali BOGOWONTO, dengan membawa tongkat saktinya yang kemudian ditancapkan ketanah akhirnya tumbuh menjadi Pohon Wungu. Penancapan atau penanaman pohon Wungu tersebut dikatakan senagai pertanda cikal bakal lahirnya Desa Penungkulan.. ( Pohon Wungu tersebut masih ada hingga sekarang tumbuh di pelataran makam/petilasan MBAH TUNGGUK).
2. Sunan Kalijogo :
Dikisahkan pada jaman kewalian, yaitu jaman Sunan Kalijogo yang mengembara menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Dalam pengembaraannya Sunan Kalijogo sempat singgah di Jawa bagian Tengah tepatnya di Purworejo bagian Utara, ( Atau sekitar 12 km dari pusat Kota Purworejo ke Utara ),di suatu tempat yang datar, tepat di pinggir Kali ( Sekitar 30 meter dari Kali ),oleh sebagian masyarakat dihubung-hubungkan dengan nama Sunan Kalijogo,yang sampai saat ini lebih dikenal dengan nama Kali BOGOWONTO.
Karena baru melakukan perjalanan jauh maka Sunan Kalijogo beserta para pengikutnya berhenti untuk beristirahat.
3. Pangeran Dponegoro :
Dikisahkan bahwa sekitar abad 16 – 17 Masehi atau diawal jaman penjajahan Belanda dikenal nama Pahlawan Nasoinal yang menentang dan berjuang mengusir penjajah Belanda yaitu Pangeran Diponegoro.
Sebagai pembela rakyat pribumi khususnya di tanah Jawa beliou bersikap sangat keras terhadap Belanda. Dalam perjuanganya beliou memilih perang gerilya dengan berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lainya.
Dalam perjalananya, Pangeran Diponegoro sempat singgah di Jawa bagian Tengah tepatnya di Purworejo bagian Utara, ( Atau sekitar 12 km dari pusat Kota Purworejo ke Utara ),di suatu tempat yang datar, tepat di pinggir Kali ( Sekitar 30 meter dari Kali ), yang sampai saat ini Kali tersebut dikenal dengan nama Kali BOGOWONTO.
Karena baru melakukan perjalanan jauh maka Pangeran Diponegoro beserta para pengikutnya berhenti untuk beristirahat
Terlepas dari cerita mana yang benar :
Bekas( Tilas : Bhs Jawa ) tempat peristirahatan Empu Suta, Sunan Kalijogo atau Pangeran Diponegoro maupun tokoh lainya( Pe-tilas-an : Bhs Jawa ) selanjutnya diTUNGGU oleh salah satu pengikut setia Empu Suta, Sunan Kalijogo, Pangeran Diponegoro maupun tokoh lainya yang akhirnya memunculkan nama tokoh yang dikenal dengan nama MBAH TUNGGUK.
( Petilasan atau diperkirakan sebagai makam MBAH TUNGGUK masih dikeramatkan oleh masyarakat hingga sekarang berlokasi di Dusun Krajan RT 01 RW 06 Desa Penungkulan )
MBAH TUNGGUK selama menunggui atau menetapditempat tersebut juga menjalin hubungan baik dengan Desa-Desadisekitarnya,
antara lain :
- Desa Sewinong, membawahi Dusun Sewinong, Sewaduk, Situk, Karangjetak, Gansingan, Silendung, dan Pendowo
( Yang menguatkan : adanya lokasi Tanah Bengkok Sewaru, Petilasan kediaman Lurah Abdulloh Umar di Dusun Sewinong )
2. Desa Kriyan membawahi Dusun Kriyan, Guguran, Sawi dan Sebibis
( Yang menguatkan : adanya lokasi Tanah Bengkok Sumber dan exs. Tanah Bengkok Sejomblang, Petilasan kediaman Lurah Haji Abdul Rozak Dusun Krajan )
3. Desa Sirembes membawahi Dusun Sirembes, Ngemplak dan Crongoh
( Yang menguatkan : adanya lokasi tanah Bengkok Keweden )
Hubungan baik tersebut mencapai puncaknya ketika MBAH TUNGGUK yang sudah memiliki pengaruh besar berhasil menundukan( NUNGKUL-ke : Bhs Jawa )atau menyatukan Tiga Desa tersebut menjadi SatuDesa, yang pada akhirnya penundukan (NUNGKUL-ke : Bhs Jawa ) atau penyatuan Tiga Desa itu oleh MBAH TUNGGUK diberi nama PE-NUNGKUL-AN.
PE-NUNGKUL-AN yang berasal dari awalan PE dengan kata dasar NUNGKUL dana khiran AN atau dalam Bahasa Indonesia bias diartikan PENUNDUKAN.
PENUNGKULAN adalah momentum atau peristiwa penting berupa penundukan atau penyatuan Tiga Desa menjadi Satu Desa.
DESA PENUNGKULAN akhirnya memiliki wilayah bawahan yaitu Dusun Sirembes, Crongoh, Silendung, Sewinong, Karangjetak, Krajan dan Sebibis.
Pengaruh MBAH TUNGGUK ke para Penguasa Desa dan rakyat sangat besar termasuk menyebarkan pengaruh Islam.
Yang menguatkan hal tersebut adalah nama pejabat Lurah kala itu dipengaruhi budaya Islam. Seperti nama Lurah Abdulloh Umar dan Lurah Haji Abdul Rozak.
Dari Cerita di atas menunjukan:
- Adanya beberapa kesimpangsiuran atau perbedaan nama tokoh, yaitu Empu Suta,Sunan Kalijogo, dan Pangeran
- Adanya kesamaan gerakan yang sangat jelas yaitu sama-sama bergerak menyebarkan pengaruh Islam.
Demikian kurang lebih sejarah asal usul nama DESA PENUNGKULAN, Desa yang dibelah oleh Kali Bogowonto dan dilintasi jalan raya Propinsi : Purworejo – Wonosobo pada KM 12, berada di Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, tentunya akan menjadi lebih mendekati kebenaran apabila dikemudian hari diperoleh petunjuk dan bukti yang lebih menguatkan.
Kepala Desa Yang Pernah Menjabat di Desa Penungkulan :
- Abdul Rozak ( 1904 – 1924 )
- Abdulloh Umar ( 1925 – 1941 )
- Amat Sahudi ( 1942 – 1986 )
- Sudaryanto Periode I ( 1986 – 1994 ) dan Periode II ( 1995 – 1996 )
- Khaedoni, SH. ( 1997 – 2005 )
- Anang Sugiharto Periode I ( 2006 – 2012 ) dan Periode II ( 2012 – Sekarang )
Pelaksana Jabatan Kepala Desa Yang Pernah Menjabat di Desa Penungkulan :
- Aripin ( 1994 )
- Kamsoel ( 1996 )
- Amat Sangsang ( 2005 )
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
1
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
-
Populasi
-
1
LAKI-LAKI
-
PEREMPUAN
-
JUMLAH
-
BELUM MENGISI
-
TOTAL
Aparatur Desa
Kepala Desa
Amat Suroso
Sekretaris
Syarifudin, S.Pd
Kasi Pemerintahan
Hartono
Kaur Keuangan
Ernawati, S.E
Kaur TU dan Umum
Ahmad Luqman Khakim
Kaur Perencanaan
Sri Wahyuni, S.Pd
Kasi Pelayanan
Suyanto
Kadus IV
Amat Komaidi
Kadus V
Moch Cholis
Kasi Kesejahteraan
Siti Mussaropah
Kadus VII
Achmad Rohman
Kadus II
Sujiyanto
Kadus I
Wachit Mu'arif
Kadus III
Dwi Nur Arifah
Kadus VI
Rosi Yatin
Desa Penungkulan
Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, 33
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Menu Kategori
Arsip Artikel
288 Kali
SOSIALISASI KEKOSONGAN PERANGKAT DESA PENUNGKULAN DAN MUSYAWARAH DESA PENETAPAN KPM BLT DD TAHUN 2025
116 Kali
PENGENALAN DIGITALISASI TEKNOLOGI PERTANIAN UNTUK MEWUJUDKAN "SMART FARMING"
56 Kali
PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA (BLT-DD) TAHAP IV DESA PENUNGKULAN
34 Kali
LAPORAN APBDes TAHUN 2025
32 Kali
PELATIHAN ANGGOTA LINMAS DESA PENUNGKULAN
8 Kali
MUSYAWARAH DESA PENETAPAN KPM BLT DD TAHUN ANGGARAN 2026 DESA PENUNGKULAN
5 Kali
LAPORAN APBDes TAHUN 2026
5 Kali
LAPORAN APBDes TAHUN 2026
8 Kali
MUSYAWARAH DESA PENETAPAN KPM BLT DD TAHUN ANGGARAN 2026 DESA PENUNGKULAN
56 Kali
PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA (BLT-DD) TAHAP IV DESA PENUNGKULAN
32 Kali
PELATIHAN ANGGOTA LINMAS DESA PENUNGKULAN
34 Kali
LAPORAN APBDes TAHUN 2025
116 Kali
PENGENALAN DIGITALISASI TEKNOLOGI PERTANIAN UNTUK MEWUJUDKAN "SMART FARMING"
288 Kali
SOSIALISASI KEKOSONGAN PERANGKAT DESA PENUNGKULAN DAN MUSYAWARAH DESA PENETAPAN KPM BLT DD TAHUN 2025
Agenda
Belum ada agenda terdata
Sinergi Program
Komentar
Media Sosial
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 60 |
| Kemarin | : | 19 |
| Total | : | 7,458 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.130 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |

Kirim Komentar